Sekilas Info :
Selasa, 23 Apr 2024
  • Website Resmi Kepolisian Resor Tegal Kota

Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu, Satgas Binluh Pasang Baner Imbuan Kamtibmas

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Polres Tegal Kota, Polda Jawa Tengah – Kasat Binmas Polres Tegal Kota AKP Didik Guntoro selaku Kasatgas Binluh Operasi Bina Waspada Candi 2023, mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang Pemilu 2024 mendatang.

Sebab meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang tahapan-tahapan Pemilu berpotensi menimbulkan kerawanan terjadinya gangguan kamtibmas.

AKP Didik mencontohkan, menjelang tahapan Pemilu banyak pihak-pihak yang inggin mengganggu kelancaran jalannya pesta demokrasi. Mereka biasanya berasal dari kelompok-kelompok radikal yang tidak sepaham dengan Pemerintah dan anti ideologi Pancasila. Seperti contohnya Terorisme yang sampai saat ini simpatisan dari mereka masih ada di Indonesia.

Untuk itu masyarakat juga harus mewaspadai adanya kelompok-kelompok tersebut. Jangan sampai kita ikut terpapar dan mengikuti ajakan paham mereka.

“Tetap waspadai segala bentuk gangguan keamanan yang ingin memecah belah kesatuan bangsa. Terutama tentang paham radikal dan ajaran yang anti ideologi Pancasila,” ungkap AKP Didik, Jum’at (26/5/2023).

AKP Didik mengatakan, pihaknya pun sudah memasang spanduk hingga memberikan imbauan secara lisan kepada masyarakat.

Salah satunya dengan memasang baner imbauan pencegahan paham radikalisme di terminal, stasiun, mall dan pusat keramaian seperti Alun-alun Kota Tegal.

Dirinya juga berpesan kepada masyarakat Kota Tegal, saat ini tahapan Pemilu sudah berjalan. Oleh karenanya mari kita sama-sama dukung suksesnya pesta demokrasi. Yaitu dengan cara menjaga kondusifitas pada lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

“Dengan pemasangan spanduk ini harapannya bisa mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati. Sehingga tidak mudah terhasut untuk mengikuti paham-paham radikalisme. Yaitu paham yang mengedepankan kekerasan dalam mencapai tujuan. Sehingga dapat memecah belah persatuan dan bertentangan dengan ideologi negara yaitu Pancasila,” pungkasnya.