
Kota Tegal – Puluhan kapal nelayan mengiringi prosesi larung tujuh ancak ke perairan Laut Jawa dalam tradisi Sedekah Laut Nelayan Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Minggu (12/7/2026).
Tradisi tahunan masyarakat pesisir itu berlangsung khidmat dan di padati ribuan warga di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muarareja.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Polres Tegal Kota menerjunkan puluhan personel gabungan yang melibatkan unsur TNI serta instansi kemaritiman.
Pengamanan di lakukan sejak prosesi tasyakuran, ruwatan, upacara adat, pawai ancak hingga pelarungan sesaji di perairan Laut Jawa.
Kasat Polair Polres Tegal Kota, AKP Susanto, mengatakan sebelum prosesi pelarungan di mulai pihaknya terlebih dahulu memberikan imbauan kepada seluruh peserta agar mengutamakan keselamatan selama berada di laut.

“Kami mengimbau masyarakat yang mengikuti larung ancak agar selalu mengutamakan keselamatan selama pelayaran. Kapasitas kapal juga harus di perhatikan dan tidak boleh melebihi batas muatan karena dapat membahayakan keselamatan penumpang,”tegasnya
Selain personel di darat, pengawalan di laut di lakukan oleh Satpolair Polres Tegal Kota yang bersinergi dengan Ditpolair Polda Jawa Tengah. Guna mengawal iring-iringan kapal nelayan selama prosesi pelarungan berlangsung.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak tujuh ancak di larung ke Laut Jawa. Empat ancak di berangkatkan dari blok timur di kawasan Dog Timur. Ssedangkan tiga ancak lainnya dari blok barat yang berpusat di TPI Muarareja.
