Sekilas Info :
Sabtu, 13 Jul 2024
  • Website Resmi Kepolisian Resor Tegal Kota

Sasar Peserta Magang, Satgas Binluh Sosialisasikan Pencegahan Paham Radikalisme

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Polres Tegal Kota, Polda Jawa Tengah – Panit Binmas Polsek Tegal Timur Aipda Aziz Fahrudin, SH menggelar sosialisasi kepada peserta siswa magang bahasa Jepang.

Aipda Aziz yang tergabung dalam Satgas Binluh Operasi Bina Waspada Candi 2023, menyampaikan materi tentang peningkatan karakter dalam rangka penanggulangan Bullying, Intoleransi dan Radikalisme, Selasa (30/5/2023) di GOR Wisanggeni Kota Tegal.

Kepada para peserta magang, Satgas Binluh menekankan, peran siswa dalam pencegahan penyebaran paham-paham radikalisme. Karena anak-anak usia sekolah sangat rawan tersusupi paham-paham intoleran atau radikalisme.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah Kasihumas Ipda Joko Waluyo mengatakan, kegiatan ini kita gencarkan dalam rangka menanamkan rasa nasionalisme kepada anak-anak muda. Antusias para peserta magang bahasa jepang juga sangat bagus.

“Saat sosialisasi, pertanyaan dari para peserta juga menarik. Bagaimana mencegah radikalisme, bagaimana agar kita tidak tertular, bagaimana membentengi diri,” ujar Kasihumas.

Menurutnya, tindakan pencegahan penyebaran paham radikalisme bagi siswa sekolah ataupun peserta magang itu sangat tepat. Baik dengan cara memberikan materi pembelajaran, maupun dengan praktik langsung tentang toleransi.

Perlu kita ketahui, saat ini jajaran Kepolisian sedang menggelar Operasi Bina Waspada. Yang bertujuan untuk melakukan kegiatan penyuluhan terkait pencegahan penyebaran paham radikalisme.

“Semoga giat sosialisasi ini dapat menjadi proses pembelajaran. Untuk membuat karakter mereka menjadi lebih baik,” harap Kasihumas.

Selain menyampaikan pencegahan paham radikalisme, Satgas Binluh juga menyampaikan pentingnya menghilangkan kasus bullying. Yang kerap terjadi pada lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan.

Satgas Binluh menegaskan, peserta magang harus belajar lebih mendalam lagi. Tentang rasa saling mengasihi dan saling menghormati antar satu peserta dengan lainnya.

“Harapannya, lembaga pendidikan dapat menjadi tempat menempuh pendidikan. Juga sekaligus menjadi tempat bernaung para peserta didik dengan menciptakan lingkungan yang menyenangkan,” pungkas Kasihumas.