
Kota Tegal — Kemampuan menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi bagian dari literasi digital yang perlu di pahami pelajar. Bukan hanya soal membuat konten, tetapi juga mengenali informasi palsu dan memahami risiko penggunaannya.
Hal itu menjadi materi dalam pelatihan AI yang di ikuti 90 siswa kelas 10 dan 12 SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal, Rabu (12/8/2026)
Kabag SDM Polres Tegal Kota AKBP Pujiningsih mengatakan, perkembangan AI membuat berbagai bentuk konten semakin mudah di buat. Di sisi lain, teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk memanipulasi informasi.
“AI memberikan banyak manfaat bagi pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Namun, teknologi yang sama juga dapat di gunakan untuk membuat informasi palsu, manipulasi gambar, suara, maupun video. Karena itu, para siswa perlu memahami bukan hanya cara menggunakan AI, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab,” kata Pujiningsih.
Pemahaman tersebut di berikan melalui program Polres Tegal Kota Paham AI. Personel kepolisian di libatkan sebagai trainer dalam memberikan materi kepada para siswa.

Program yang berada di bawah naungan Senopati Institut dan berkolaborasi dengan Polda Jawa Tengah itu memberikan empat materi utama, yakni Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax With AI, dan AI Prompt 101.
Materi mencakup pengenalan dasar AI, etika penggunaan teknologi, pemanfaatan AI untuk membantu mengenali hoaks, serta cara menyusun *prompt* agar AI dapat di gunakan sesuai kebutuhan.
Para siswa juga di kenalkan dengan sejumlah risiko penyalahgunaan AI. Seperti manipulasi informasi, pelanggaran privasi, penipuan, hingga pembuatan dan penyebaran konten *deepfake*.
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta mengerjakan soal *pre-test* dan *post-test* sebagai bagian dari evaluasi pemahaman terhadap materi yang di berikan.
Melalui pelatihan ini, siswa di harapkan mampu menggunakan AI secara positif, aman, etis, dan bertanggung jawab. Sekaligus lebih kritis dalam memverifikasi informasi yang di temui di ruang digital.
Program literasi AI tersebut akan di laksanakan secara bergantian di sekolah lainnya setiap pekan.
